Smart Mom

be smart, be wise..

Mengeluh October 25, 2007

Filed under: Refleksi — smartmom @ 1:09 am
Tags:

Seorang teman seringkali menyampaikan cerita soal anak dan suaminya pada saya. Hampir di akhir setiap ceritanya dia berkata, “Sebel deh!” atau “Iih, ngeselin banget sih” dan semacamnya.

Dalam kacamata saya, rata-rata yang diceritakannya adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, artinya tidak terlalu layak mendapatkan akhiran kalimat seperti di atas. Misalnya saja teman saya ini bercerita tentang anaknya yang berusia 17 bulan seringkali tidak mau makan bila disuapi, hanya mau makan sendiri, lalu anaknya ini seringkali berteriak bila dilarang melakukan sesuatu, dan yang baru saja diceritakan adalah sang anak muntah beberapa saat setelah makan. Hmm, sepertinya hal-hal tersebut adalah sesuatu yang sangat wajar terjadi dan dialami oleh anak seusia tersebut.

Sang ibu bukannya tidak tahu bahwa hal-hal tersebut adalah wajar, bahwa setiap anak itu unik, berkembang dan bertumbuh dengan menyertakan pelajaran-pelajaran baru bagi orang tuanya. Sangat tahu dan sangat menyadari hal tersebut. Namun, di setiap obrolan masih saja terjadi demikian. Sampai akhirnya saya menyimpulkan bahwa ini telah menjadi semacam kebiasaan atau mungkin bagian dari karakter seseorang.

Saya teringat masa-masa sekolah dulu. Setiap pagi saya berangkat ke sekolah pukul 05.00 subuh  dengak kendaraan umum. Hampir setiap hari saya satu kendaraan dengan seorang bapak yang cukup tampan di usianya tetapi tidak pernah satu kali pun saya temui tidak sedang cemberut. Bapak ini tampak rapi, sepertinya seorang pegawai menengah yang cukup mapan. Selain wajah yang cukup merusak suasana segar pagi hari itu, selalu terdengar decak gerutu dari mulutnya. Ya, betul-betul hampir setiap hari, paling tidak begitulah setiap kali saya satu kendaraan dengannya. Beberapa penyebab decakan yang sempat saya amati adalah lambatnya laju kendaraan dan lalu lintas yang simpang siur. Lainnya, saya tidak tahu dan tentunya bukan usrusan saya. Saya hanya berpikir waktu itu, kasihan sekali orang semacam ini, mengapa di pagi hari hidupnya sudah tampak sangat berat. Tapi tentu bukan hak saya menghakimi dengan berbagai praduga dan pikiran yang tentu tak akan menjawab tanya saya mengapa bapak ini selalu tampak mengeluh. Paling tidak akhirnya saya belajar bahwa menampakkan keluhan di depan orang lain bisa menimbulkan banyak praduga dan mungkin bisa membawa suasana tidak menyenangkan juga di hati orang lain.

Sejak itu saya belajar untuk selalu menyadari setiap hal yang saya tampilkan di hadapan orang lain. Kendati hidup sedang penuh dengan keluhan, hendaknya masih ada semangat yang ditampilkan agar orang di sekitar kita memperoleh imbas dari semangat itu.

Mari jelang hari ini dengan semangat baru dan ucapan syukur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s