Smart Mom

be smart, be wise..

Full Time Mother or Working Mother? November 13, 2007

Filed under: Refleksi — smartmom @ 10:39 am

Judul di atas menggunakan bahasa Inggris sekedar mengikuti lalu lintas obrolan di sebuah milis. Lucunya, dua dari beberapa milis yang saya ikuti sedang membicarakan hal serupa. bedanya, di milis yang satu, obrolan ini sangat OOT alias out of topic dan cukup memicu ketegangan di antara anggota milis. Di milis yang lain, obrolan ini justru sangat penting walau tetap dikategorikan OOT. Penting karena kebetulan berkaitan dengan semangat milis ini untuk berbisnis di dunia kuliner, baik untuk working mom ataupun full time mom.

Saya sendiri adalah ibu bekerja. Pilihan untuk tetap bekerja telah melalui banyak pertimbangan. Sejujurnya, begitu anak kami lahir, godaan untuk tinggal di rumah mengasuh anak begitu besar. Namun saya harus realistis. Dua lumbung jauh lebih baik daripada hanya satu lumbung. Apalagi lumbung keluarga kami tidak terlalu besar. Dengan cita2 yang begitu tinggi dan ideal, nampaknya sulit bagi kami kalau saya tidak urun dalam mempertahankan lumbung kami tetap terisi.

Selain persoalan lumbung, bertahannya saya di tempat kerja memberikan keuntungan yang jauh lebih berharga, yakni rasa aman apabila suatu saat ada hal yang tidak diinginkan menimpa keluarga kami. Ya, adanya jaminan kesehatan dan lain-lain dari kantor membuat saya berpikir dua kali untuk berhenti bekerja (baru 10 menit yang lalu saya terima 3 buah kartu asuransi untuk saya, suami dan anak kami). Kebetulan suami saya memilih bekerja sebagai freelancer yang tentunya tidak memperoleh fasilitas ini.

Lepas dari pro kontra baik buruknya ibu bekerja, saya merasa pilihan saya ini adalah yang paling tepat. Saya memperoleh begitu banyak informasi dari hal-hal yang saya lakukan, saya mengenal hal-hal baru, memperoleh komunitas yang hebat, memperoleh pelanggan bisnis kecil saya, karena saya bekerja di depan internet di kantor. Dan itu semua berguna bagi keluarga kami. Dari hasil coba-coba selama cuti atau libur di rumah, nampaknya sulit bagi saya menyediakan waktu untuk menulis, membaca, mengasah otak saya, berdiskusi (selain dengan suami) dan membangun jaringan, karena saya begitu menikmati saat-saat bersama anak kami. Maka, kendati harus meninggalkan anak kami sepanjang hari, saya tetap merasa ini yang terbaik, bukan hanya untuk saya tapi juga untuk keluarga saya. Puji Tuhan, anak saya belajar menjadi mandiri namun hubungan kami tetap hangat. Saya dan suami tetap menjadi orang-orang yang dicintai dan ditunggu setiap sore.

Saya berusaha tetap menjadi ibu dan istri yang baik kendati saya bekerja di kantor. Saya berusaha bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan dan bekal untuk dibawa suami saya, termasuk makanan untuk anak kami sepanjang hari. Sedapat mungkin saya pulang sebelum anak saya tidur dan begitu ia tertidur, saya kembali menekuni bisnis kecil saya yang mudah-mudahan bisa sedikit memberi tambahan isi lumbung kami. Dan saya yakini yang sala lakukan semata hanya yang terbaik. Puji Tuhan saya dikelilingi keluarga yang begitu baik, orang tua yang sabar, suami dan anak yang pengertian luar biasa. Mudah-mudahan mereka sehat senantiasa.

*sedihnya, sore ini mama harus pulang terlambat, sayang

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s