Smart Mom

be smart, be wise..

Mitos Makanan Bayi April 14, 2008

Filed under: feeding,healthy — smartmom @ 8:28 am

Soal makanan bayi umumnya dianggap sepele. Tidak perlu repot, karena saat ini banyak tersedia makanan bayi yang melabel dirinya lengkap gizi, sehat dan disuka oleh bayi. Padahal, memberi makanan bayi juga perlu memperhatikan piramida makanan, yang biasanya tidak jadi pertimbangan ketika kita memberikan anak kita makanan instan.

Saya menemui banyak kelirumologi soal makanan bayi di masyarakat. Umumnya, yang saya sebut sebagai kelirumologi ini adalah hal-hal yang diyakini dan dilakukan rata-rata ibu di sekitar saya. Padahal, dari banyak literatur yang memaparkan soal baby feeding (pastinya berdasarkan riset) saya menemukan hal yang berbeda dari yang selama ini diyakini.
Berikut ini adalah beberapa mitos soal makan pada bayi:
1. Bayi sudah harus diberi makan kalau dia tampak menginginkan saat melihat orang di sekitarnya sedang makan.

2. Bayi sudah harus diberi makan saat mulai senang memasukkan jari, tangan dan benda lain ke dalam mulutnya

3. Bayi harus makan makanan bayi yang diproduksi khusus, tekstur sangat halus selama mas bayinya.

4. Makanan bayi tidak boleh yang ‘aneh-aneh’, berikan yang umum-umum saja: bayam, wortel, tomat, kaldu, ati, pisang, pepaya

5. Bisa digunakan berbagai macam cara agar makananbisa masuk ke dalam mulutnya: cekok, nonton TV, jalan-jalan keliling komplek.

Hal-hal di atas, setelah saya pelajari, amati dan alami sendiri, ternyata perlu diluruskan seperti :

1. Bayi telah siap makan ketika usianya 6 bulan. berdasarkan penelitian hasil penelitian para ilmuwan, di usia 6 bulan,rgan cernanya telah lebih siap sehingga resiko alergi dan sembelit dapat diminimalisir (tentu saja resiko masih ada, maka diperlukan cara khusus untuk menghindari dan menanganinya, akan saya tuliskan terpisah)

2. Hampir setiap bayi melewati fase oral, di mana ia ingin selalu memasukan sesuatu ke dalam mulutnya, dan ini adalah hal yang wajar, bukan menjadi indikasi perlunya pemberian makanan padat.

3. Makanan bayi memang harus lembut, ini untuk bayi di awal makan makanan padat, yakni usia 6 bulan. Namun, bukan berarti kita tidakbisa membuat makanan halus/lembut itu sendiri. Justru kita perlu menyiapkan sendiri makanan untukbayi karena kita dapat memantau higinitas dan komposisinya secara maksimal. Untuk bayi makanan buatan rumah adalah yang terbaik. Selain buatan rumah, bayi juga harus makan secara bertahap dalam hal kuantitas, tekstur dan frekwensinya.

4. Bayi perlu makanan yang bervariasi, tidak ada makanan yang ‘keramat’ untukbayi. Di tulisan selanjutnya saya akan memaparkan tahapan pemberian makan bayi termasukbahan-bahan yang dianjurkan sesuai dengan usianya.

5. Makan bukan hanya persoalan memasukkan makanan ke dalam tubuh bayi. Makan adalah suatu proses belajar, sehingga bayi pun perlu menyadari kebutuhannya, rasa laparnya dan bagaimana cara pemenuhan kebutuhan tersebut. Memberikan banyak distorsi yang membuatnya lupa pada kegiatan makan itu sendiri sangat tidak dianjurkan karena bayi tidak mengalami proses belajar yang maksiimal pada kegiatan tersebut.

Bahan:

http://www.sehatgroup.web.id

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s