Smart Mom

be smart, be wise..

MPASI 9 – 12 Bulan July 4, 2008

Filed under: feeding — smartmom @ 5:21 am
Tags:

9 –12 Bulan

LEBIH BANYAK VARIASI

Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya, makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan. Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol, lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat ini.

Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan dan nutrisi yang dikonsumsinya.

Usia: 9 – 12 bulan

Perkembangan kemampuan makan:

• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH

• Lebih mudah menelan makanan.

Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari tengah

Memasukkan apapun dalam mulutnya.
Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.

• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan penglihatan.

Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.

Apa yang diberikan:

• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH

• Beras/sereal (jenis apa saja)

• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu

• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon

• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.

• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.

• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.

• Jus buah yang tidak asam

Yang Belum Boleh Diberikan:

• IKAN & KERANG

• SUSU SAPI

Jenis:

· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)

· Tekstur kasar dan Finger Foods

· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)

Frekuensy:

· Makan utama: 2-3 kali per hari

· Cemilan: 2 kali per hari

· ASI sekehendak.

Porsi:

· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino.

· ¼ – ½ cangkir beras/cereal

· ¼ – ½ cangkir buah

· ¼ – ½ cangkir sayuran

· 1/8 – ¼ cangkir sumber protein.

· 50 ml jus buah

Tips Pemberian Makanan:

Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejatimerangkak, merambat dan mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.

· Perkenalkan makanan baru satu demi satu. Jadi untuk satu jenis makanan beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus (kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?

· Karena bayi sudah mulai mengunyah:

Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.

· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:

Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).

Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk menyuapkan makanannya sendiri.

· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.

Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi sampai bayi berusia 1 tahun.

· Ajak anak makan bersama keluarga.

Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga. Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.

· Sedikit berantakan tidak apa-apa.

Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya bermain-main.

· Berikan makanan yang bervariasi.

Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan untuk bayi Anda.

Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur, gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.

· Waspadai bahaya tersedak makanan

Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang, potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.

· Minum dari cangkir

Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.

http://www.sehatproup.web.id

 

7 Responses to “MPASI 9 – 12 Bulan”

  1. dian Says:

    anak saya berusia 9 bulan, saat ini makannannya masih saya blender dan kalau saya suapin, anak saya dalam keadaan berbaring posisi kepala agak tinggi. pernah saya berikan agak kasar tapi masih tersedak. bagaimana solusinya agar tidak mudah tersedak dan bisa makan sambil duduk?

  2. Smartmom Says:

    Mbak Dian, dari pengalaman, anak2 biasa kok mengalamai tersedak… tersedaknya seperi apa, itu yg perlu kita perhatikan. Fase perubahan dari halus ke kasar pasti akan jd pengalaman baru untuk bayi, dan wajar aja kalau ada saat di mana mereka belum bisa menerima. Jadi kalau untuk makanan, saya sarankan mbak menggunakan saringan. Saya pribadis elalu sarankan saringan sejak awal untuk membuat puree, bukan blender, karena dengan blender kita kesulitan membuat peningkatan teksturnya secara bertahap.

    Makanan anak mbak disaring…kalau masih khawatir belum terlalau halus,s aring beberapa kali, nanti makin hari, dibuat sedemikian rupa hingga menyaringnya cukup sekali saja, lalu berikutnya separuh saja yg disaring,sisanya dilumat dst, hingga lam kelamaan makanan tidak perlu disaring lagi. Ini adalah cara mengubah makan halus ke kasar secara bertahap. Kalau tidak segera dimulai,s aya khawatir anak mbak akan terbiasa makan lembut terus atau sebaliknya tidak mau makan karena sudah tidak suka halus, tapi kesulitan untuk mencerna. Jadi kuncinya ada pada mbak ya…. bagaimana mengenalkannya perlahan dan observasi penuh bagaimana respon dan peningkatan kemampuannya.

    Untuk duduk, apakah anak mbak sudah mulai bisa duduk?
    Kalau bisa dia didudukkan dengan sandaran bantal atau penyangga, tidak lagi setengah berbaring karena usia 9 bulan sudah bisa kok mbak, walau mungkin masih kesulitan duduk sendiri, tapi dengan alat bantu pasti akan lebih mudah… dengan makan sambil duduk, anak juga akan lebih mudah menelan, sehingga kemungkinan tersedak makin kecil.

    Oiya, usia 9 bulan sebaiknya mbak sudah perkenalkan fingerfood… makanan yang bisa dipegang,seperti labu rebus/kukus, tahu kukus… anak mbak akan belajar memegang, menggigit dan mengunyah…belum punay gigi tak menjadi halangan kok…. mbak bisa bantu dengan pegang tangannya dan tahan agar tidak terlalu abnyak yang masuk ke mulutnya…. silakan coba dulu ya mbak… ditunggu updatenya… kabari saya kalau kesulitan… terimakasih telah berdiskusi di sini

  3. runi Says:

    hi smartmom..
    anak saya 9bln 2mgu.saat ini maemnya udh pinter apa aja masuk dan mau.
    makan ga lbh dr 20mnt udh hbs.tp skrg saya kekurangan ide buat msk menu mpasinya..biasanya sehari2 nasi yg udh jadi saya rebus bareng dengan bhn2 lainnya (wortel/bayam,brokoli/ kentang,kuning telur, tahu dan keju).kadang saya kasih ikan gurami.
    ada menu2 lainnya ga ya mom??kalo sup yg mudah tnpa bhn2 bumbu dapur seperti apa ya??
    oya..untuk buahnya juga ga pilih2 asal ga yg asam..
    kalo camilan sebaiknya apa ya mom??slama ini cm saya kasih biskuit merk ATB.tp lama2 dia jg udh bosen.kalo puding buah cara bikin yg mudah yg gmna ya mom??
    mksih sebelumnya momi yg smart..:)

  4. smartmom Says:

    Halo Mom,

    Wah, selamat yah…. Senangnya puny anak yang suka masakan ibunya.

    Kalau boleh saran, mulai memberikan makanan yg terpisah2 seperti selera org dewasa. Tujuannya selain agar anak kenal rasa, biasanya di usia tersebut anak mulai nggak suku bubur ya di blend jd satu.

    Krn 9 bulan sdh mulai kasar, coba sajikan bubur nasi/nasi lembek, bersisian dengan sayuran cincang misal kangkung cincang plus daging cincang. Sambil ajak bicara can ceritakan apa saja yg dimakannya, warnanya apa dimasak gimana dll.

    Untuk camilan, sy sarankan memberi bauh/sayur potong, selain lebih sehat, anak akan terbiasa ngemil sayur/buah sampai besar yg pastinya jauh lebih baik kan kebiasaan demikian drpd terbiasa ngemil biskuit?

    Untuk puding, bs pilih agar2 plain, masak sampai mendidih, masukkan sari buah alami(buah potong/cincang) ke dlm puding.

    Mudah2an berguna ya

  5. vincencia Says:

    anak aku dah 9 bln nih, dulu umurnya 6-7bln aku kasih makan bubur yg diblender, lama2 anak aku kayaknya bosen aku kasih aja makan yg instan/kotak yg dibeli itu ex.promina. kalo aku terusin kasih makan instan itu, tar lama2 dia masih mau gak yah makan nasi lg?
    bagi2 menu dong bun, anak aku blum numbuh gigi nih…

  6. Nurdiana Sinaga Says:

    Dear Smartmom,

    Anakku sudah 9 bulan 2 minggu, tapi belum tumbuh gigi. bisa gak ya saya kasih makan bubur yang tidak disaring lagi?

  7. smartmom Says:

    Bisa mom… Dicoba aja sedikit demi sedikit. Kalau kesulitan bisa mulai step by step, misalnya gabungan sebagian saring sebagian tidak, nanti komposisi yg tdk disaring lama2 lebih banyak hingga akhirnya tdk saring lagi. Dicoba yah….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s