Smart Mom

be smart, be wise..

Cegah Stroke Sejak Bayi October 28, 2008

Filed under: healthy — smartmom @ 10:44 am
Tags: ,

Stroke, suatu keadaan di mana pasokan darah ke otak terganggu yang akibatnya bisa membuat kerja sel-sel otak terganggu. Selama ini, banyak diantara kita beranggapan stroke hanya menimpa orang-orang dewasa dan suatu penyakit yang menjadi masalah orang dewasa. Saya pun sempat berpikir demikian. Padahal, ketika saya SMA, seorang teman menderita stroke hingga harus menyelesaikan sekolah SMA di kursi roda. Saya tetap berpikir stroke adalah penyakit orang dewasa, sampai suatu ketika saya membaca berita sorang anak usia 10 tahun terkena stroke.

Saya, yang pada saat itu sedang rajin mencari info soal kesehatan bayi kemudian menemukan bahwa ini bukan masalah orang dewasa semata. Stroke adalah bahaya laten, terutama untuk kita yang kurang memperhatikan kesehatan fisik, terutama terkait masalah makan.

Ya, penderita stroke bukan hanya orang yang gemuk, berlemak banyak, tapi bisa juga menyerang si kurus. Sebagian besar penyebba stroke adalah pola hidup yang tidak sehat. Merokok, kurang olah raga dan makan makanan yang tidak sehat.

Semua bisa dicegah sejak bayi? Tentu saja. Menanamkan kebiasaan baik, pola makan yang sehat bisa dan wajib dilakukan sejak bayi. Memberikan pilihan  makanan yang lebih  banyak direbus, panggang, tanpa santan, tidak terlalu asin, tidak terlalu manis dan sebagainya akan memberikan standar rasa di lidah anak. Lidah kita, orang dewasa, telah terbentuk dengan standar rasa saat ini. Misalnya saja, kita sangat suka dengan makanan bersantan, maka sulit bagi kita untuk menghindarinya, begitu juga dengan makanan yang digoreng, rasa asin, manis dan lain-lain yang sebenarnya bisa menjadi pemicu untuk penyakit-penyakit yang berbahaya.

Beruntunglah anda yang selama ini selalu makan makanan sehat. Saya dan suami sekuat tenaga berusaha merombak pola makan kami dan masih luar biasa sulit. Tapi sudah jauh lebih baik daripada 4 tahun yang lalu. Anak kami lebih beruntung, kami menyadari hal ini sejak awal, maka standar rasa lidahnya kami upayakan sesuai kebutuhan tubuh, bukan kebutuhan lidah. Kami, orang tuanya, berusaha mengikuti menu anak kami itu.

Saya senang mengutip kalimat seorang dokter anak yang saya kagumi, “Makanan enak di lidah hanya 5 menit, setelahnya bisa jadi penyakit.”

Ini tantangan untuk saya, bagaimana bisa membuat makanan tetap lezat, disuka anak dan suami tapi tetap sehat. Ada yang mau berbagi?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s