Smart Mom

be smart, be wise..

Cerita Dapur Kenari (II) January 22, 2010

Filed under: Dapur Kenari — smartmom @ 6:51 am

Saya terus belajar dan mencoba. Bermain dengan buttercream saya lakukan pertama di tanggal 18 Januari 2006, membuat kue ulang tahun untuk bapak (saya belum menemukan foto kue bapak –menyusul).

Setiap kali mencoba resep baru, saya bawa ke kantor untuk teman-teman. Sebagian saya jual dengan harga yang murah. Saat itu saya hanya berpikir, modal latihan saya sedikit kembali. Selain menjual brownis kukus dalam cup, saya juga menjual coklat stik dan brownis panggang di kantor. Hasilnya, lumayan. Walau tidak untung besar, tapi bisa mengganti uang telur, tepung dan bahan lainnya.

Selain itu, saya juga menulis dan menampilkan gambar hasil percobaan saya di blog. Demikian pula dengan hasil karya saya untuk ulang tahun anak saya yang pertama. Cake 3 dimensi bentuk kelinci dan minicake bergambar Damai. Saat itu, entah dapat keberanian darimana, saya sudah punya label sederhana yang dibuatkan dengan harga murah oleh teman lama.

Pilihan nama Dapur Kenari datang tidak sengaja. Saat saya memotong kenari untuk brownis panggang, saya dan suami sambil mencari ide, dan setelah memilih beberapa kata, kami putuskan menggunakan Dapur Kenari.

Melihat label Dapur Kenari di kemasan minicake untuk ulang tahun Damai, beberapa orang mulai bertanya, apa bisa pesan. Dengan kenekatan luar biasa, saya bilang ya. Tak lupa saya katakan kalau memang saya belum pernah membuat seperti yang diminta. Saya mencoba jujur dengan kemampuan saya sendiri. Dan kue ulang tahun  berbayar pertama  saya adalah kue untuk ulang tahun Haura yang kedua. Waktu itu, Nana, mamanya memesan kue berhiaskan tema princess. Saya sangat bahagia waktu Nana dan Haura senang dengan kuenya. Sejak pesanan pertama itu, pesanan berikutnya pun mengalir. Seiring banyaknya pesanan, saya pun makin banyak belajar dan meningkatkan kemampuan.

Saya beruntung, mengenal Nining di multiply, yang ternyata sangat pandai soal kue dan masakan. Saya pun beberapa kali belajar ke rumahnya. Makin banyak foto kue yang saya pajang di blog, makin banyak pula pesanan yang datang. Dan tanpa terasa, penghasilan Dapur Kenari telahmemberi kontribusi besar  pada kelangsungan hidup rumah tangga saya .

Saat memutuskan berhenti dari pekerjaan di kantor, saya tidak takut karena saya punya Dapur Kenari yang bisa saya jadikan sandaran hidup. Dan saya bersyukur, saya memiliki pilihan.

Kini, walau saya masih mengerjakansemua sendiri, tapi saya bisa lebih maksimal mengerjakan setiap order. Terima kasih untuk kepercayaan teman-teman semua. Saya selalu mengupayakan yang terbaik.

 

One Response to “Cerita Dapur Kenari (II)”

  1. nining Says:

    ah.. akyu terharu baca tulisan ini…
    sukses terus ya sil..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s