Smart Mom

be smart, be wise..

Mengapa Saya Menunggu-nunggu Batuk Pilek ketika Anak Saya Demam? June 20, 2010

Filed under: healthy — smartmom @ 11:20 am
Tags:

Hmm,… sesungguhnya di lubuk hati yang paling dalam, ingin demam segera berhenti dan tak muncul gejala sakit apapun. Tidak apalah si demam tak jelas sebabnya, yang penting demam hilang seketika😛

Demam adalah gejala bilamana sesuatu terjadi di tubuh kita. Pada anak-anak, demam adalah gejala umum terjadinya infeksi virus atau bakteri. Naaah…kenapa saya menunggu-nunggu batuk pilek??

Karena kalau batuk pilek muncul, saya bisa lega…bahwa yang terjadi adalah infeksi virus, yang self limited….bisa membaik sendiri seiring meningkatnya daya tahan tubuh, sehingga saya tak perlu mengintervensinya dengan obat-obatan yang tidak diperlukan.

Saat Demam, yang biasa saya lakukan adalah:
1. mengukur suhunya secara berkala. (thanks to mama Vale yang meminjamkan termometer…karena pas butuh gini kok ya termometer nggak ada habis dipakai Damai beberapa waktu lalu ngukur2 suhu:( )
2. memperhatikan perilaku Damai secara keseluruhan, apakah ada gejala lain, rewelkah, keluhan-keluhanlain dan sebagainya.
3. Memberikan asupan cairan lebih daripada biasanya. Bisa air, susu, buah yang banyak mengandung air.. dingin, hangat tidak masalah (damai tidak alergi dan suhu cairan setelah masuk ke tenggorokan langsung menyesuaikan dengan suhu tubuh…yang penting banyak cairan masuk. Mengapa? Karena bila tubuh sampai kekurangan cairan, maka suhunya akan terus meningkat.
4. Menawarkan paracetamol bila Damai mengeluh pusing, nyeri atau demam yang sangat tinggi. Sejauh ini Damai belum pernah minum paracetamol kendati beberapakali demam hingga 40 derajat. Damai rela minum air banyak-banyak daripada minum parasetamol…dan saya tentu tak bisa memaksa… karena Damai sendiri (yg sudah bisa mengukur suhu sendiri dan membacanya) melihat setiap kali habis minum banyak dan beberapa menit kemudian diukur, maka suhunya turun secara signifikan…. lucky us !🙂

Begitu pun yang terjadi seminggu yang lalu.

Minggu malam saya sudah merasa tubuh Damai agak panas saat tertidur pulas. Saya tidak menemukan termometer di tempat biasa…dan pagi hari saya putuskan meminjam termometer ke tetangga (again…thanks to mama vale :)). Suhu 39,5. Oke…ini namanya Demam🙂.
Saya tidak menggunakan tangan saya sebagai termometer… karena tangan kita bisa salah. Misalnya kita habis pegang air, walau sudah dilap, kadang memegang badan anak kita terasa panas, bukan? atau sebaliknya, abis panas2an di depan oven langsung memegang Damai, kadang terasa lebih hangat jg.
Setelah itu saya mencek tanda lain: adakah tanda-tanda mau meler, ingusan, atau mau batuk. Ada keluhan tenggorakan sakit sesekali. Oke…saya observasi terus.

Pagi, siang dan sore, Damai minta berendam di air hangat. Dia tahu persis bahwa berendam di air hangat akan menyamankannya dan menurunkan suhunya (walau mungkin bisa naik lagi.. tak apa…selama masih ada infeksi virus/bakteri, demamnya masih dibutuhkan )
Selain itu, Damai minta makan lebih banyak, minta minum lebih sering dan rikues sayur/buah juga lebih sering.

Kembali saya merasa beruntung…. Damai masih ingat semua “pelajaran” soal Demam, infeksi virus/ bakteri, apa bedanya dan bagaimana guidelinenya. Bahkan saat mbahnya datang, dijelaskannya kembali soal guidelines itu sama mbah2nya, harus ini, harus itu🙂

Jadi, saya terbantu sekali… tanpa harus memintanya ini itu, Damai melakukannya dengan kesadaran sendiri: minta direbuskan air hangat, minta makan berulang-ulang (hahaha…ini mah udah ciri khasnya yak…), minta air minum lebih banyak dan (yg ini tambah-tambahannya dia..) minta baca cerita lebih banyak, hehehe….

Puji TUhan, kendati suhu hampir 40 derajat celcius, Damai sama sekali tidak rewel, tetap nyanyi-nyanyi sepanjang hari, masih ngeledek papanya yang pulang cukup larut (Damai bangun pas papa pulang)… masih bisa rikues masakan ini itu sama mama, huehehe… dan pagi ini, Damai berkali-kali mengukur suhu tubuhnya… (pekerjaan mama berkurang sedikit, karena Damai udah bisa ukur suhu sendiri, hihihi.. jd sambil masak tetep bisa pantau suhunya berapa).. suhunya bertahan di 37, 1 – 37, 4 der celcius. Artinya Damai sudah tidak demam.

Tanda Batuk pilek tetap belum muncul, hehehe… nggak apa… saya tetap observasi. Mudah-mudahan sama seperti demam beberapa bulan yang lalu..sampai 40 derajat juga, tapi hilang lenyap dalam 24 jam tanpa bekas, tanpa batuk pilek pun.

Trima kasih atas doa teman2 ya…. masih tetap siaga nih…mudah-mudahan beneran sudah berhenti, hehehe….

Ibu-ibu, tante2 dokter… cmiiw yaaaa…. *sadar kalo suka bolos “pelajaran” *

Untuk teman-teman yang ingin membaca guideline berbagai penyakit langganan anak dr WHO, ini yang sudah dibahasaIndonesiakan…: http://milissehat.web.id/?cat=6

lebih mudah dipahami kan yaa…ada sourcenya juga, jadi bisa langsung ke sumber aslinya bila diperlukan.

Keep rational!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s