Smart Mom

be smart, be wise..

Diet (Pengaturan Pola Makan) Ala Sisilmahadaya July 11, 2013

Filed under: healthy — smartmom @ 2:52 am

Kalau dengar kata diet, kebanyakan orang berpikir itu adalah cara untuk kurus. Tidak sepenuhnya salah, tapi buat saya, kata tersebut lebih tepat diartikan sebagai pengaturan pola makan untuk mencapai kesehatan yang ideal. Namanya juga sesuatu yang ideal, mesti diusahakan dan dipertahankan.

Nah, lalu gimana pengaturan pola makan ala saya?

Dari banyak nara sumber dan literatur, akhirnya saya menemukan cara paling nyaman untuk diet saya. Diet yang tidak susah, tidak  mahal dan tidak membuat bosen. Slogan ini nyontek kata-kata Ade Rai 8 tahun lalu, waktu saya berkesempatan mewawancaranya.Menerapkan pola makan rendah lemak dan gula adalah salah satu upaya mencapai kondisi tubuh yang sehat karena kita selalu dikelilingi dan sudah terbiasa dengan makanan yang tinggi lemak, natrium dan juga gula. Nah, bagaimana bisa menjalankan ini secara nyaman, ternyata perlu waktu bertahun-tahun buat saya hingga menemukan yang paling pas. Yang saya lakukan tetap sama sejak pertama mengenal pengaturan pola makan ini, namun  selalu mengalami pasang surut karena biasanya bosan, lalu fatalis dan kembali makan seenaknya, sampai akhirnya terakhir saya mencapai berat kepala 6 yang merupakan titik balik saya, tidak mau sampai ke situ lagi.

Lebaran tahun 2012 berat saya mencapai 60 kg. Dengan tinggi hanya 154 cm, saya merasa menjadi bulat seperti bola. Dengan aktivitas yang padat, saya kesulitan menyempatkan berolah raga, walaupun saya tahu itu adalah 1 paket kalau mau hidup sehat. Saya olahraga sesempatnya, tidak bisa rutin seminggu 3 kali seperti dulu-dulu  saya rajin lakukan. Pilihan saya paling mungkin adalah mengatur pola makan. Pernah ada masanya saya kesulitan sama sekali mengatur keiinginan makan saya, sehingga hanya melakukan olah raga rutin, dan puji Tuhan berat badan tetap turun. Namun saya tahu, kalau asupan tidah baik, walaupun mengurus, tidak berarti menjadi sehat.

Jadi saat ini saya baru bisa berbagi soal pengaturan pola makan ya.. semoga segera bisa berbagi juga soal olah raga yang saya lakukan di rumah.

Diet terakhir saya, dimulai bulan Januari. Saat itu berat saya 60 kg. Saya berniat kembali mengatur pola makan dan berolah raga. Beberapa minggu kemudian saya timbang, berat badan di posisi 59 kg. Kebetulan di bulan Februari memasuki masa prapaskah, dimana saya harus pantang puasa serta banyak mengendalikan diri sepenuhnya. Saya ambil kesempatan itu untuk banyak menahan diri. Saya sering kalap kalau makan nasi, apalagi kalau lauknya enak, ada sambal dan lauk yang menggiurkan. Kadang merasa seperti orang rakus dan saya senang sekali minum minuman yang manis : sirop, minuman bersoda, kopi manis. Entah mulai kapan, tapi rasanya dulu tidak seperti ini. Saya pun memutuskan untuk untuk pantang nasi dan minuman manis.

Itu untuk pantang dan puasa. Untuk diet, saya memantapkan diri untuk mengurangi makanan yang digoreng, santan dan manis. Tapi saya tidak mengekang diri terlalu ketat seperti diet diet saya terdahulu. Menurut pengalaman, kekangan saat pikiran suka berkeinginan makan segala macam makanan, justru membuat pertahanan mudah jebol. Saya hanya memantapkan nasi dan minuman manis untuk ditolak sama sekali. Kalau berkeinginan makan sesuatu, ya saya makan tapi sedikit saja, sehingga tidak ada rasa penasaran dan keinginan berlebihan. Lama kelamaan hasrat berkurang kok. Apalagi saat setiap minggunya melihat berat badan berkurang.

Jadi, inilah yang saya coba terapkan:

1. Makan 5-6 kali sehari. Mengapa? Makan dengan porsi tidak terlalu besar tapi sering akan membentuk metabolisme tubuh yang lebih cepat dan tubuh tidak sampai terlalu lapar ketika masuk jam makan. Lalu bagaimana pengaturannya? Simpelnya, makanan yang biasa dimakan 3 kali, coba saja dibagi menjadi 5 atau 6. Nah jumlahnya menjadi porsi yang kecil-kecil tapi dimakan lebih sering kan? Awalnya kita akan merasa makanan tidak cukup karena biasanya mulut masih ingin makan, walau seringkali kebutuhan sudah terpenuhi. Lama-lama akan terbiasa kok. Kalau memang masih ingin makan, pilih buah atau sayur saja.

2. Saya mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain. Boleh juga mengganti nasi putih dengan nasi merah. Kalau saya karena  kemarin memutuskan pantang nasi, maka karbohidrat yang saya makan adalah: roti gandum, ubi dan jagung. Catatan untuk roti gandum, tidak bisa dikonsumsi terlalu banyak apalagi untuk roti gandum yang tidak meyakinkan seperti yang saya beli. Rasanya itu roti putih biasa yang di adonannya dicampurkan sedikit tepung gandum🙂

3. Perhatikan porsi karbohidratnya sepanjang hari. Jangan dihilangkan sama sekali tetapi juga jangan terlalu banyak. Seimbangkan dengan porsi protein dan  serat dari sayur dan buah. Untuk pembagiannya saya belajar di http://www.choosemyplate.gov

https://i1.wp.com/www.choosemyplate.gov/images/logo-choose-my-plate-170x155.png

Itu adalah kebutuhan sehari, silakan saja diatur dan dibagi porsinya untuk 5-6 kali makan dalam sehari.

4. Saya menghindari makanan bersantan dan yang digoreng. Tapi pada saat ada keadaan yang membuat saya jadi sangat menginginkannya, misalnya saat acara kumpul kumpul, saya seringkali makan, tapi sekedar mencicipi dan memuaskan rasa ingin.

5. Saya menghindari minuman manis. Minum air putih lebih sering. Untuk kopi, minuman yang masih susah saya hindari, saya punya resep sendiri untuk bisa minum kopi tanpa gula. Nanti saya share di posting berikut.

6. Menghindari sedapat mungkin camilan seperti biskuit, permen dan kue-kue. Saya pilih menyediakan kacang-kacangan yang tidak digoreng, dan rendah kandungan garam dan gulanya, juga buah dan sayur. Sama seperti di atas, saat menginginkan camilan yang ada di sekitar saya, ya saya makan juga tapi sedikit sekali. Lama kelamaan keinginan seperti ini mudah sekali dikendalikan.

7. TIdak permisif tapi tidak juga mudah merasa bersalah sehingga menjadi fatalis. Tetap fokus dan mengendalikan diri. Saat merasa pola makan hari ini kurang baik, perbaiki di esok hari. Saat merasa terlalu banyak karbohidrat di hari ini, sesuaikan makanan di esok hari.  Terus begitu dan lakukan evaluasi setiap harinya. Usahakan dari hari ke hari makin baik.

Menjalani pola ini, tubuh terasa makin ringan. Saat 40 hari selesai masa pantang dan puasa, berat badan saya 51 kg. Masih beberapa kg sebelum ke berat badan yang saya inginkan tapi, dua bulan saya mulai longgar, banyak makan nasi putih, berat badan saya naik lagi 3 kg. Untungnya saya tidak mengalami kesulitan untuk kembali mengatur makan.  Satu bulan berikutnya saya turun 3 kg dan menjelang akhir Juni dimana kami pergi mudik, berat badan saya di 50 kg. Pulang mudik? Sudah pasti naik yaaa🙂 4 kg dalam 1 minggu. Ya, jadi 54 kg. Saat ini saya dalam poses untuk kembali mengatur pola makan yang berantakan di masa liburan lalu. Baru turun 1 kg, tapi pasti bisa sampai ke yang saya inginkan, tak ada keraguan, karena saya sungguh tidak mau kembali ke kepala 6 kecuali hamil🙂 Dengan menemukan pola yang paling pas dan menyenangkan untuk kita lakukan, target akan lebih mudah dicapai. Berat badan yoyo(nai-turun) bisa diatasi dan bukan menjadi suatu hal yang mengerikan.  Yang pasti, selalu sadari dan evaluasi supaya tidak menjadi fatalis … “Aaah, sudahlah, gemuk gemuk aja deh!”.

Saya masih harus memantapkan diri untuk berolah raga rutin. Ini peer saya, karena untuk mencapai kesehatan ideal, inilah yang harus dilakukan: mengatur pola makan, olah raga teratur dan tidur yang cukup. Ada yang mau melakukan ini bersama-sama dengan saya? Ini hanya salah satu cara mencapai berat badan yang diinginkan dengan cara yang murah. Silakan untuk yang ingin mencoba, semoga cocok ya. Semoga saya bisa segera berbagi postingan soal olah raga🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s