Smart Mom

be smart, be wise..

Rekor, Tak Hamil Tapi Lewat Garis 60 April 24, 2015

Filed under: healthy — smartmom @ 1:23 pm

Ini postingan agak desperado sih. Iya, soal berat badan. Hampir setahun tidak olah raga dengan rutin, sekedarnya saja, tidak diet dan tentu tidak menimbang berat badan. Timbangan pun tersimpan manis di kolong tempat tidur. Apa yang terjadi? Awal tahun ini, ketika saya menimbang berat badan, jarum menunjukkan angka lebih dari 62 kg, kadang 63. Yah, memang, timbangan ini agak kurang oke, jadi kalau menimbang harus beberapa kali untuk dapat angka yang boleh sedikit diyakini benar.  Sebelumnya, kalau saya menimbang berat badan, maksimal jarum menunjukkan angka 56 kg, kadang kurang. Kalau begitu, saya anggap berat badan saya 56 kg. Saya ambil yang paling tinggi supaya nggak terlalu geer merasa berat badannya ringan.

Berkali-kali saya mengulang hasilnya tidak sekalipun turun ke bawah 60 kg. Maunya sih menyalahkan timbangan yang kurang oke ini, tapi kok kayaknya tidak sebegitu erornya. Saya pun memutuskan tidak ada kompromi lagi untuk berat badan ini. Celana panjang saya tinggal 1 yang masih bisa dipakai. Mau beli pun tak rela karena tak mau bertahan pada berat badan seperti ini. Akhirnya saya memutuskan mengeluarkan uang untuk mulai olah raga yg sedikit keras. Kebetulan ada tempat latihan boxing dan muaythai di dekat rumah. Saya pun mendaftar, lumayan juga mengeluarkan uang di awal. 200 ribu pendaftaran, 350 ribuiuran bulan pertama dan 120 ribu untuk hand wrap. Sarung tinju bisa pinjam di tempat latihan, yah dengan resiko menahan bau karena sarung tinju itu dipakai bergantian dengan member lain.

Latihan muaythai ini cukup keras menurut saya, apalagi di minggu awal. Satu jam latihan diisi dengan pemanasan, skipping, latihan pukulan dan tendangan tanpa sasaran, dengan samsak dan dengan sasaran yg dipakai oleh pelatih. Saya bertahan dua hari pertama, setelah itu butuh istirahat 4 hari agar kondisi pulih setelah sakit-sakit badan, terutama kaki dan lengan. Saya suka sekali olah raga ini. Seperti mendapat pelepasan energi negatif setelah stress dan capek dengan pekerjaan sehari-hari. Sayangnya, dari hitung-hitungan kalori yang keluar-masuk, ditimbang juga dengan jumlah waktu istirahat, rasanya saya jadi over training. Pekerjaan saja banyak dilakukan malam, kadang sampai pagi hari, setelah itu bisa tidur sebentar, lalu mesti mendampingi anak saya belajar (cerita homeschoolingnya Damai malah belum sempat ditulis) dan siang hari seringkali juga masih harus bekerja. Akhirnya setelah dua bulan latihan, saya, atas saran dan pertimbangan dari suami, memutuskan menghentikan latihan dengan berat hati. Saat itu berat badan saya baru turun 2 kg, lingkar pinggang berkurang 5 cm. Sedikit sekali dibandingkan ketika saya diet dan olah raga di gym di tahun sebelumnya. Tapi dari cerita yang pernah saya baca memang begitu, berat badan baru terasa signifikan turunnya di bulan kedua dan seterusnya. Saya harus dengan rela hati tak membuktikannya.

Dua minggu sebelum berhenti muaythai, saya mulai lari di pagi hari. Saya takjub, lari di hari pertama, saya bisa mencapai hampir 3 km tanpa merasa lelah sama sekali, bahkan kalau saja tidak harus menunggu suami dan anak yang berjalan di belakang saya, rasanya saya bisa lari terus sampai di rumah (total sekitar 4,5 km). Saya terheran-heran, dan menyimpulkan, ini akibat stamina yang saya bangun selama dua bulan latihan muaythai. Minggu berikutnya saya lari sendiri dan total 4,6 km saya lalui tanpa berhenti dan rasanya masih sanggup lagi terus berlari kalau saja belum sampai di rumah. Wow! Saya, yang sudah hampir setahun tidak lari pagi, terkagum-kagum dengan stamina diri sendiri, hahaha… agak narsis ya, tapi sungguh, bangga sekali rasanya bisa lari sejauh itu. Saya bukan orang yang rutin lari seperti kebanyakan teman-teman yang rajin lari dan dan ikut perlombaan di mana-mana. Saya hanya lari sekali-sekali dan biasanya 500 m saja saya sudah kehabisan napas dan berat kaki. Terima kasih untuk muaythai yang sudah membuat stamina saya sangat jauh lebih baik.

Awal April saya membuat target baru, lingkar pinggang harus maksimal 63, kenapa? Baju pengantin saya harus muat dipakai lagi di usia pernikahan kami yang ke-10 tanggal 2 Juli nanti. Saya yakin bisa, dan sudah menuju ke sana. Yah, memang saya dan suami sepertinya tidak boleh bersantai-santai dengan berat badan kami. Saya pernah turun 9 kg dalam waktu 40 hari dengan diet yang baik dan olah raga yang tidak terlalu keras, tapi dalam 6 bulan naik lagi 5 kg dan sulit untuk turun kembali. Sulitnya lebih ke niat dan kemauan, karena kami sudah membuktikan berkali-kali bahwa turun berat badan itu tidak sulit kalau niat. Jadi membuat target dan berusaha agak terobsesi itu bagus untuk kami.

Jadi sekarang apa yang saya lakukan? Sejak awal april saya lari pagi minimal 2 kali seminggu, target minimum 4,5 km setiap lari. Sama-sama menempuh jarak itu, dilakukan sendiri dan berdua ternyata rasanya berbeda, dan waktu tempuhnya pun tentu berbeda. Sendiri saya menempuhnya hampir 1 jam. Bersama suami, saya menempuh 4,6 km dalam waktu 40 menit saja. Selain untuk berusaha menurunkan berat badan, kami memang sedang melatih stamina kami untuk sebuah kegiatan yang kami rencanakan 2 bulan ke depan. Dan itu yang utama, sambil meyakini, ada bonus penurunan berat badan atau paling tidak tubuh yang lebih padat. Selain lari, saya melakukan circuit training 3x seminggu, latihan skipping dan beban. Untuk diet, saya melakukan intermitten fasting, yaitu pola diet yang membagi satu hari menjadi saat makan dan puasa dengan jumlah jam tertentu.

Kalau dibaca tampaknya berat ya, tapi sama sekali tidak kok karena semua dibuat fleksibel. Senin-Jumat kami mengganti nasi dengan karbohidrat lain seperti ubi, muesli, atau roti gandum dan kami tidak minum minuman manis selama hari-hari itu. Sabtu saya masak nasi untuk dua hari, Sabtu dan Minggu, tapi kalau ada acara yang memungkinkan kami makan nasi, saya tidak masak di rumah, jadi meminimalisir kondisi terpaksa menghabiskan makanan karena sayang-sayang. Saya tidak sedia camilan di rumah. Berusaha sedia sayur dan buah lebih banyak. Hmm, apa lagi ya… sejauh ini itu sih yang kami lakukan. Karena dilakukan bertiga, semua jadi lebih mudah

Jadi, apakah jarum akan bergeser di bawah 60? Tentu saja, sekarang sudah ada di 58 kg dan mempertimbangkan erornya timbangan saya, jarum tidak pernah lagi lebih dari angka 60. Senangnya melihat jarum yang bergeser ke kiri adalah, saya jadi makin semangat. Apalagi kalau melihat foto-foto dengan kesan yang berbeda setelah jarum bergeser ke kiri🙂

 

mama2

Magelang, 30 Desember 2014

Beji-20150419-00324 (1)

Depok, 19 April 2015

 

Tidak banyak terlihat bedanya tapi lingkar perut sudah berkurang lebih dari 10 cm. Semangat!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s