Makan Hingga Berjam-jam, Akankah Dibiarkan?
August 17, 2009
Berapa lama waktu makan anak anda? Pasti jawabannya bervariasi.
Beberapa waktu lalu, saya membaca soal keluhan orang tua yang anaknya makan hingga berjam-jam baru habis. Kalau tidakdituruti selama itu makaorang tua khawatir kebutuhan gizinya kurang.
Saya jadi berpikir,kalau sekali makan 3 hingga 4 jam dan dalam 1 hari ada3 kali makan, maka dalam satu hari, separuhnya digunakan untuk kegiatan makan. Padahal masih ada kegiatan tidur yang mengambil porsi waktu cukup lama, sekitar 8 jam. Berapa sisanya? Sedikit sekali yang tersisa untuk kegiatan lain.Padalah usia balita adalah waktunya untuk belajar dan mengeksplorasi banyak hal.
Bagi saya, penting untuk mengajari anak soal kebutuhan dan cara memnuhi kebutuhan itu. Dalam hal ini, soal makan, anak perlu belajar tentang rasa lapar dan bagaimana mengelola rasa laparnya serta cara menyelesaikan masalah tersebut.
Bagi anda yang memiliki masalah ini, cobalah mencatat durasi makan selama 1 minggu. Apakah sertiap hari makin lama atau makin lambat? Anda bisa sharing di sini.
Terkait soal waktu, coba kita cermati, apakah yang dilakukan anak saat kegiatan makan. Banyak anak makan sambil bermain, berjalan-jalan, naik sepeda, bahkan menonton televisi. Karena apa yang dilakukan tidak fokus, tidak heran bila dibutuhkan durasi yang panjang untuk menyelesaikan acara makan.
Bagi saya, makan bukan sekedar soal belajar mengunyah dan menelan, banyak nilai dan pengetahuan yang bisa dipelajari dalam kegiatan itu. Anak saya belajar disiplin dengan tidak bermain atau membaca saat makan. Ini agak berbeda dengan saat pada masa MPASI di mana kadang bayi membutuhkan bantuan untuklebih nyaman di kursi makannya, hingga saya bewrikan beberapa mainan. Tapi tetap, fokus diarahkan pada makanan, dan makin besar, mainan pelan-pelan disingkirkan dibarengi dengan penjelasan mengapa wsaat makan tidak boleh bermain.
Kedisiplinan ini terasa sekali manfaatnya saat anak saya sudah makin besar. Saat orang tua atau pengasuh kesulitan mengejar-ngejar anaknya dan merayu-rayu agar makan lebih cepat, saya dan anak saya makan bersama dengan nyaman. Kalau anak saya ingin bermain, makan dia harus makan lebih cepat (tentu saya perhatikan dan ingatkan untuk berhati2 makannya). Kalau makanan tidak dihabiskan dan dia keburu ingin bermain, saya akan jelaskan bahwa dia akan kekurangan tenaga untuk beraktifitas. Kalau ia tetap memilih bermain, kegiatan makanbisa dihentikan, dan makan berikutnya porsi saya kurangi. Tentu saja dengan penjelasa,karena makanan sebelumnya dia tidak habiskan, maka sebaiknya dia ambil makanan sedikit, bila kurang baru tambah. Sejauh ini… saya memetik hasil yang baik untuk usaha saya selama ini.
Nugget Tempe
June 19, 2009
Mencoba memanfaatkan sisa tempe rebus yang asih banyak di kulkas.
bahan:
beberapa potong tempe rebus/mentah
oatmeal secukupnya, bisa 1:1 dengan tempe
bumbu halus:
bawang putih, ketumbar
Aduk semua bahan, padatkan dalam loyang atau wadah kotak yang sudah dioles margarin/minyak, kukus 20 menit. Dinginkan
Potong-potong, celup dalam telur, gulingkan pada panir atau oatmeal, goreng sampai matang.
Bila tak mau digoreng, bisa dimakan begitu saja atau panaskan sebentar di teflon yang dioles margarin. Bisa untuk lauk dan camilan.
Selamat mencoba!
Kalau Si Kecil Tak Mau Minum Susu
June 6, 2009
Seorang teman mengeluh soal anaknya yang minum susunya tak teratur, sedikit-sedikit dan semaunya. Dia pun mencoba berbagai cara agar anaknya mau minum susus. Berganti-ganti merek dan rasa, demi mau minum susu. Sayangnya, si anak tetap takmau minum. Temans aya bersedih hati.
Saya tanya, apakah si anak mau makan, katanya mau tapi sedikit. ia takut gizinya kurang, maka ia mengandalkan susu.
Saya dapat poinnya. Pelan-pelan saya ungkapkan pandangan pribadi saya, yakni lebih memilih mengupayakan makanannya daripada susunya. Sama sama susah, tetap lebih berharga mengupayakan anak mau makan dengan sehat. Makan akan memberikan gizi yang lebih lengkap, berbeda dengan susu. Kan kita butuh kalsium? ya,memang, tapi kalsium tidak hanya ada di susu tapi juga di produk olahan susu maupun di bermacam sayuran terutama sayuran hijau.
Makan sayur, bukan hanya dapat kalsium, tapi juga dapat serat dan berbagai zat gizi lain.
Sementar, akau saya mengupayakan anak saya minum susu, dari berbagai merek, rasa dan warna, buat saya ini bisa mengakibatkan kebiasaan ang kurang baik di kemudian hari, yakni anak jadi menyukain rasa manis, warna warni makanan/minuman).
Kalau saya, anak tidak mau makan atau minum susu, saya akan biarkan karena kalau dipakas minum sususbisa merusak selera makan anak berikutnya. Tapi tentu saja saya teetap terus menawarkan dan membuat alternatif. Peer untuk ibunya ya…:)
Sambal Kacang yang Nikmat
May 19, 2009
Tiba-tiba saja ingin berbagi soal sambal kacang. Kebetulan, tadi pagi saya sarapan dengan sambal kacang alias sambal pecel. Mengapa sepertinya istimewa? Karena kacang untuk sambal tersebut tidak digoreng, melainkan dipanggang. beda sekali rasanya, jauh lebih gurih tanpa intervensi rasa minyak pada sambelnya.
Selama ini kacang panggang hanya jadi camilan untuk suami saya. Kacang baik untuk jantung, kira-kira 1-2 genggam per hari. Nah, selain dipanggang, kacang bisa dihaluskan untuk menjadi selai kacang maupun saus kacang (dengan atau tanpa bumbu lagi).
Saya menyimpan kacang panggang di tempat tertutup rapat. yang sudah dihaluskan biasanya saya simpan dilemari es, bila dibutuhkan tinggal digunakan. Baik juga menyimpan dalam rupa sambal pecel, sehingga hanya perlu mencairkan bila dibutuhkan.
Bila membutuhkan untuk isi roti, andaa tinggal oles roti dengan mentega lalu menaburkan kacang cicang/ halus di atasnya. Bila ingin berupa selai, kacang dan mentega bisa dicampur dulu hingga menyerupai pasta. Untuk anak yang tidak suka pedas, bisa dibuat sambal pecel; pura-pura atau saus kacang biasa. Anda hanya perlu mencairkan sebagian dari kacang halus tersebut dengan air.
Ini sebagian yang saya lakukan. Anda mau berbagi juga?
Tip Menyiapkan Makanan Bayi Untuk Ibu Bekerja
April 30, 2009
1. Buat jadwal menu
2. Pastikan semua bahan tersedia. Bila tidak, jangan menjadi halangan, segera putuskan untuk memanfaatkan bahan makanan lain untuk menggantikan bahan yang tak ada.
3. Sayuran bisa dipotong malam hari lalu simpan di kulkas
4. Kuah sayur pun bisa dibuat malam hari, simpan di kulkas. Bila nanti dibutuhkan, minta pengasuh untuk merebus kuah sampai mendidih baru masukkan sayurannya, dan masak hingga matang
5. Bila semua masakandibuat pada pagi hari, siapkan makanan sesuai jadwal di tempat bertutup. Beri tanda sesuai waktu pemberian. Misalnya: makan pagi terdiri dari 2 kotak: oatmeal + saus apel, ketika akan dimakan baru disiramkan,makansiang terdiri dari 3kotak: bubur nasi+sayur+ lauk.
6. Anda bisa membuat makanan beku bila terpaksa. Setelah masak, makanandibekukan dalam kotak kecil2 di dalam freezer. Bila hendak dimaka nbisa dihangatkan dengan merendam wadahnya di air hangat.
Sementara ini dulu ya… ada yang mau menambahkan?
Pilihan Isi Goody Bag
April 21, 2009
Anak saya baru saja berulang tahun yang ketiga. Biasanya saya membuat kue dan goody bag kecil untuk teman-teman sekitar rumah. Tapi kemarin saya berpikir untuk mengajak teman-temannya ini menemani Damai potong kue di rumah. Saya pun menyiapkan bingkisan untuk mereka.
Apa yang saya pilih? Saya buat sebisanya tangan saya. ya,s aya berusaha membuatnya sendiri, tak berpikir sama sekali membeli makanan kemasan. Akhirnya pilihan saya jatuh ke makanan berikut:
-nasi kuning lengkap, ini saya dibantu ibu saya. Saya masih belum percaya diri membuatnya,belum lagi saya terlalu repot dengan kue-kuenya.
-cupcake coklat yang saya kemas dalam mika tabung
-puding coklat lembut yang saya buat dari 4 bahan saja: agar-agar, susu cair coklat, coklat bubuk dan sedikit gula.
-makaroni panggang dalam cup
-kukis coklat cip
-coklat stik
-jeruk ponkam
-susu cair kotak
Seru rasanya menyiapkan makanan yang saya buat sendiri (kecuali susu dan jeruk ya…)
Anda tertarik untuk menyajikan bingkisan ulang tahun yang berbeda dari biasanya? Buatan rumah tetap paling baik lho…
Bila anda membutuhkan bantuan resep maupun cara membuatnya, saya bersedia membantu… demi memasyarakatkan makanan buatan rumah untuk keluarga.
Berani tampil beda?
Puding Busa Mooo *suara sapi*
March 20, 2009
Resep puding ini saya modifikasi dari resep seorang tetangga, jeng Eka.
bahan
2 butir telur
75 gr gula pasir
1 bungkus agar-agar
300 ml air
200 ml susu cair (saya membuat 2 kali, yang pertama airnya 400 ml, susunya 100 ml, tidak terlalu beda rasanya)
1 sdt essence kopi, saya pakai merek toffieco
3 sdm mentega leleh
1 sdt coklat hitam elmer
Cara membuat:
1. kocok telur dan gula hingga kental, sisihkan
2. Masak air dan agar-agar hingga mendidih, kemudian tuang ke dalam telur sambil dikocok
3. tambahkan susu, essence kopi. dan mentega leleh
4. Ambil sebagian kecil, tambahkan coklat hitam dan aduk rata.
5. Untuk membuat seperti badan sapi, tuang dengan sendok tak beraturan, kalau ingin seperti zebra, masukkan di plastik segitiga atau plasitk biasa lalu semprotkan berbentuk garis-garis motif zebra.
Selamat mencoba!
Pilihan Bekal Sekolah
March 18, 2009
Seorang tetangga saya membuat sekolah bermain gratis untuk anak-anak sekitar rumahnya. Setiap kali datang ke sekolah, anak-anak ini diharapkan membawa bekal untuk dimakan pada saat jeda aktivitas. Sayangnya, sebagian orang tua memilih membeli jajanan di warung terdekat untuk menjadi bekal ’sekolah’ anaknya. Tentu saja dengan berbagai alasan, lebih mudah, murah (apakah benar?) dan sama sekali tidak repot.
Mempersiapkan bekal sekolah anak seringkai dianggap terlalu merepotkan, padahal kualitas bahan makanan dan kebersihan lebih terjamin (sebagai, orang tua menjadilebih kreatif dan anak berkesempatan menunjukkan apresiasinya terhadap orang tua. Bekal sekolah ini pun saya anggap investasi kesehatan. Dengan makanan yang terjamin sehat, kita memperkecil resiko terkena penyakit yang bisa mengganggu aktivitas anak dan menggangu orang tua secara finansial (asuransi tidak meliputi biaya Anda mondar-mandir ke rumah sakit kan? belum lagi kerepotan karena sakit tak akan terbayar).
Seorang teman menampilkan variasi bekal anaknya di blog. Saya yakin, sang anak sangat bangga dengan ibu yang begitu rajin ini. Terinspirasi dari bekal-bekal anaknya, saya mencoba merangkumnya menjadi kumpulan tip.
Berikut beberapa tip untuk mempersiapkan bekal sekolah anak:
1. Buat jadwal dan menu selama satu minggu atau lebih. Akan lebih menyenangkan dan memberi pengalaman baru bila anak dilibatkan dalam proses pembuatannya.
2. Periksa dan persiapkan bahan.
3. Kategorikan mana bekal yang bisa dibuat pagi hari mana yang harus dibuat pada malam hari sebelumnya.
4. Pilih yang sederhana sesuai kemampuan Anda.
5. Tampilkan dengan menarik. Bekal yang sederhana bisa tetap disuka anak bila kita tampilkan lebih menarik, misalnya, roti tawar dan buah yang dipotong dengan cookie cutter atau cetakan pemotong kue kering, nasi ayng dicetak bentuk tertentu, disusun berwarna warni dan sebagainya.
6. Dari bahan yang sama, buat berbagai variasi yang berbeda, misalnya kentang dilumat dengan campuran daging dan keju, di saat lain Anda bisa membuat omelet kentang.
7. Ajak anak mengemas bekalnya di pagi hari
Ada yang ingin menambahkan?
Spagetti Saus Putih
March 18, 2009
Bahan:
Spagetti secukupnya, direbus saat mau disantap, agar spagetti masih panas ketika saus dicampurkan, ini akan membuat bumbu lebih meresap.
2 potong daging ayam/daging rebus, cincang kasar sesuai kebutuhan (kalau bayi, cincangnya lebih halus)
2 buah wortel, dipotong dadu kecil atau cincang.
1 siung bawang putih, cincang
1 buah bawang bombay kecil, cincang
1/4 sdt merica bubuk, bisa diskip untuk bayi
3 sdm keju parut, bisa lebih sesuai selera
1 sdm mentega
2 sdm terigu
200 ml susu cair ( bisa diganti air kaldu)
Cara Membuat Saus:
1. Panaskan mentega, tumis bawang putih dan bombay sampai layu.
2. Masukkan terigu, adukc epat agar tidak bergumpal. Api kecil saja.
3. Tambahkan susu cair/air kaldu sambil terus diaduk
4. masukkan wortel, ayam dan keju, aduk rata sampai meletup.
5. Tambahkan merica, aduk rata, siap dihidangkan.
Penyajian:
Tuang saus ke spagetti yang masih panas dan aduk rata.
Memaksimalkan Serat dalam Makanan
February 23, 2009
Saya senang memasak dan membuat kue. Bahagia rasanya melihat keluarga saya makan makanan hasil karya tangan saya. Mengingat konsumsi karbohidrat yang cukup tinggi (selain makanan sehari-hari, kue-kue banyak menggunakan tepung), saya harus mengimbanginya dengan protein dan serat yang cukup.
Khusus untuk serat, selain berusaha tetap mengkonsumsi nasi merah, saya mengganti sebagian atau seluruh tepung untuk kue dengan havermut, nekatul atau tepung gandum utuh. Misalnya, membuat roti havermut, pancake havermut, muffin gandum atau havermut bahkan bubur kacang hijau havermut atau bekatul.
Selain itu, selain masak sayur, lauk pauk banyak saya kombinasikan dengan sayuran, misalnya tumis ayam dengan wortel, omelet isi sayuran, pepes ikan dan sayur dan lain-lain. Sungguh tak ada ruginya memaksimalkan penggunaan sayuran untuk makanan sehari-hari. Pasti tubuh lebih sehat, kita pun menjadi lebih kreatif. Anda mau berbagi resep?
Resep-resep saya bisa dilihat di http://sisiliapa.multiply.com