Smart Mom

be smart, be wise..

Membuat Tempe July 20, 2016

Filed under: damai,feeding,healthy,resep — smartmom @ 5:55 pm

Pada tanggal 15 juli lalu, Damai berkesempatan belajar membuat tempe bersama teman-teman dalam workshop tempe yang diadakan oleh SHINE.  Selain mendapat pengetahuan dan keterampilan baru cara membuat tempe, Damai pulang membawa tempe hasil dari workshop dan satu paket berisi kedelai dan ragi untuk membuat tempe.
image

Sampai di rumah, Damai langsung merendam kedelai dengan air minum galon yang ada di rumah. Mengapa bukan air kran? Karena kami pakai air PAM yang mengandung klorin. Bahan tambahan dalam air bisa menggagalkan pembuatan tempe. Jadi, gak mau ambil resiko, sayang-sayang kedelainya. Sebaiknya rendam kedelai dalam air sumur atau air minum kemasan. Tapi pengen nyoba deh besok pakai air pam, siapa tahu jadi.

image

Kedelai direndam selama 24 jam, jadi baru besoknya tempe bisa diproses.

Setelah 24 jam kedelai akan menjadi lebih besar dan lunak. Ini waktunya untuk mengupas kulit ari kedelai. Yang pernah saya lihat, pembuat tempe dekat rumah dulu, kedelai diinjak-injak sampai semua kulit terlepas. Kedelai dikupas hingga semua kulit terlepas lalu saring.

image

image

Setelah bersih, kedelai dikukus 30 menit. Setelah matang dan empuk, angkat dan aduk-aduk hingga dingin.

Setelah dingin, beri ragi dan aduk rata. Untuk 250 gr, ragi yang diperlukan hanya seujung sendok makan. Setelah semua merata, masukkan dalam plastik atau daun pembungkus. Bungkus rapat dan tusuk-tusuk untuk kemasan plastik. Kemasan daun sudah berpori sehingga tidak perlu ditusuk-tusuk. Letakkan Dalam wadah yang bolong-bolong agar udara bisa masuk. Simpan di suhu ruang dan tunggu sampai esok hari, akan muncul putih-putih jamur. Setelah merata dan padat, artinya tempe sudah jadi dan siap makan. Boleh langsung dimakan karena kedelai sudah matang dikukus dan diolah dengan bersih.

image

image

Informasi berharga yang saya dapat dari workshop ini adalah:
1. Ragi tempe didapat dari bagian belakang daun jati atau daun waru. Karena jumlahnya sedikit, bisa diperbanyak dengan menambahkan kedelai kukus yang sudah dingin pada daun waru atau jati, dibiarkan muncul jamur tempe hingga berwarna hitam, keringkan di panas matahari baru blender kering hingga halus. Rahi bisa disimpan dalam wadah tertutup rapat. Jadi sebenarnya kita bisa perbanyak tempe dengan menggunakan ragi yang dibuat dari tempe yang kita beli, seperti yogurt.

image

2. Tempe tidak akan jadi bila ada bahan asing seperti pengawet, pemutih dll, berbeda dengan tahu yang tetap bisa jadi walau ditambah bahan pengawet atau pemutih. Tapi saya tetap doyan tahu, hahaha…
3. Tempe yang telalu banyak ragi akan mudah rusak dan tidak tahan lama.

Sementara itu dulu ya. Yang jelas Damai senang sekali sehingga setiap hari pasti membuat tempe selama ada stok kedelai. Sekarang peernya adalah cari penjual kedelai non GMO(genetically modified organism), ragi beli di bu Ines aja deh🙂 Oiya, tau cara bikin tempe ini misal berharga, siapa tahu suatu hati tinggal di daerah yang susah dapet tempe murah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s